Karier dan Kontroversi Sumita Tobing di Dunia Penyiaran

Tokoh penting dalam dunia penyiaran dan jurnalistik Indonesia,

Sumita Tobing menyelesaikan pendidikan hukumnya di Universitas Sumatera Utara (USU) dan kemudian meraih gelar M.Sc serta Ph.D dalam bidang Komunikasi Massa dari Ohio University, Amerika Serikat . Beliau memulai kariernya di dunia media dengan mendirikan berbagai program berita terkemuka. Beliau memimpin “Berita Cakrawala” di ANTV dan “Liputan 6” di SCTV. Beliau juga berperan dalam pendirian Metro TV .

Kepemimpinan di TVRI dan Kontroversi Hukum

Pada tahun 2000 hingga 2013, Sumita Tobing menjabat sebagai Direktur Utama TVRI, lembaga penyiaran publik milik negara. Namun, masa jabatannya tidak lepas dari kontroversi. Beliau terlibat dalam kasus korupsi terkait pengadaan peralatan siar senilai Rp12,4 miliar, yang mengakibatkan kerugian negara. Setelah proses hukum yang panjang dan kompleks, termasuk adanya dua nomor registrasi perkara yang berbeda di Mahkamah Agung, beliau akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda Rp250 juta

Pandangan dan Aktivitas Terkini

Meskipun menghadapi tantangan hukum, Sumita Tobing tetap aktif dalam dunia media dan pendidikan. Beliau dikenal sebagai pendukung kuat peran media dalam mencerdaskan masyarakat dan menekankan pentingnya integritas dalam jurnalisme. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2023, beliau menyoroti bahwa media harus berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi. Media berperan dalam memberikan informasi yang akurat dan mendidik publik.

Sumita Tobing juga aktif di media sosial. Beliau menggunakan platform seperti Instagram dan Twitter. Di sana, beliau berbagi pandangan dan pengalaman dalam bidang komunikasi dan media.

Kesimpulan

Perjalanan karier Sumita Tobing mencerminkan dedikasinya terhadap pengembangan media di Indonesia, meskipun diwarnai oleh kontroversi hukum. Kontribusinya dalam membentuk lanskap media nasional tetap menjadi bagian penting dari sejarah penyiaran di Indonesia.

Suara Orang Batak Dari Jantung Tapanuli

Leave a comment

Let’s connect

Advertisements

DUNIA

Discover more from SUARA BATAK TAPANULI

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading