Strategi Konsolidasi Kekuasaan Jokowi
Advertisements
3–4 minutes

Joko Widodo (Jokowi) mengonsolidasikan kekuasaan dari masa jabatan pertamanya (2014–2019) hingga masa jabatan keduanya (2019–2024). Ia melakukan ini melalui serangkaian manuver politik strategis. Kebijakan ekonomi dan penyesuaian kelembagaan juga berperan penting. Pendekatannya melibatkan pembentukan koalisi, negosiasi politik, pemanfaatan sumber daya negara, dan pengelolaan kekuatan oposisi. Berikut adalah penjelasan terstruktur tentang bagaimana ia memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan selama bertahun-tahun.

1. Membangun Koalisi Politik yang Luas

Jokowi memulai kepresidenannya pada 2014 dengan pemerintahan minoritas. Namun, ia secara signifikan memperluas koalisinya seiring waktu:

  • Masa Jabatan Pertama (2014–2019):
    • Awalnya didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), NasDem, PKB, Hanura, dan PPP.
    • Secara bertahap menyerap partai oposisi seperti Golkar dan PAN, mengubah koalisi minoritasnya menjadi mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
    • Menunjuk menteri dari berbagai partai untuk memastikan loyalitas dan stabilitas.
  • Masa Jabatan Kedua (2019–2024):
    • Lebih lanjut mengonsolidasikan kekuasaan dengan membawa Prabowo Subianto, mantan rivalnya, ke dalam kabinet sebagai Menteri Pertahanan.
    • Memperkuat hubungan dengan elit oligarki dan bisnis untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi.

2. Melemahkan dan Menyerap Oposisi

Jokowi secara sistematis melemahkan kekuatan oposisi, membuat mereka sulit menantang pemerintahannya:

  • Menyerap Rival:
    • Setelah pemilu 2019, Jokowi membawa Gerindra yang dipimpin oleh Prabowo ke dalam pemerintahan. Langkah ini secara signifikan melemahkan oposisi, menyisakan hanya PKS dan kemudian Partai Demokrat sebagai pihak yang berseberangan.
    • Menawarkan insentif politik (posisi menteri dan peluang ekonomi) kepada tokoh oposisi kunci untuk mengurangi perlawanan.
  • Kontrol Hukum dan Kelembagaan:
    • Menggunakan penegakan hukum dan langkah-langkah anti-korupsi secara selektif untuk menekan tokoh oposisi sambil melindungi sekutu.
    • Memperkuat peran polisi dan militer dalam politik, menggunakannya sebagai alat untuk menjaga ketertiban dan menekan perbedaan pendapat.

3. Memperluas Kontrol atas Lembaga Negara

Jokowi memastikan kebijakannya menghadapi sedikit perlawanan dengan mempengaruhi lembaga-lembaga kunci:

  • Sistem Peradilan dan Hukum:
    • Mengesahkan amandemen kontroversial yang melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengurangi independensinya.
    • Menggunakan lembaga penegak hukum untuk mengelola perbedaan pendapat dan mengontrol narasi politik.
  • Pengaruh Militer dan Polisi:
    • Memperkuat hubungan dengan militer (TNI) dan polisi (Polri) dengan menunjuk loyalis ke posisi strategis.
    • Memperluas peran militer dalam urusan sipil, membawa pensiunan jenderal ke dalam peran pemerintahan.
  • Kontrol Parlemen:
    • Dengan mayoritas super di DPR, Jokowi mampu mengesahkan undang-undang dengan sedikit perlawanan. Hal ini terjadi meskipun ada penolakan publik yang kuat seperti pada Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law).

4. Memanfaatkan Kebijakan Ekonomi dan Infrastruktur

Jokowi membangun kepercayaan publik dan memperkuat legitimasinya melalui inisiatif infrastruktur dan ekonomi berskala besar:

Pembangunan Infrastruktur:

  • Proyek besar, termasuk jalan tol, bandara, dan pengembangan ibu kota baru, membantu menciptakan basis ekonomi yang pro-Jokowi.
  • Mengamankan investasi asing (terutama dari China) untuk mendanai infrastruktur, mengurangi ketergantungan pada elit politik domestik.
  • Program Ekonomi:
    • Program kesejahteraan sosial memberikan dukungan yang kuat di tingkat akar rumput. Program-program tersebut termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan bantuan tunai.
    • Memanfaatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai alat ekonomi dan politik oligarki.

5. Mengontrol Media dan Narasi Publik Administrasi Jokowi secara efektif mengelola media dan persepsi publik:

  • Pengaruh Media:
    • Menjalin hubungan erat dengan pemilik media besar, memastikan liputan yang menguntungkan.
    • Menggunakan sumber daya komunikasi negara dan media sosial untuk melawan narasi oposisi.
  • Mengelola Protes dan Opini Publik:
    • Mengendalikan protes massal melalui langkah-langkah hukum dan intervensi polisi.
    • Memanfaatkan kampanye online dan pasukan siber (buzzer) untuk mempengaruhi persepsi publik.

6. Manuver Konstitusional dan Politik Dinasti

Menjelang akhir masa jabatan keduanya, Jokowi berupaya mempertahankan pengaruhnya setelah 2024:

Wacana Masa Jabatan Ketiga: Mengizinkan sekutu politik untuk mengemukakan ide memperpanjang masa jabatannya melampaui batas konstitusional dua periode, meskipun

Jokowi melakukan serangkaian manuver politik yang cermat dan strategis. Dengan cara ini, ia berhasil memastikan kesinambungan visi dan program nasionalnya. Dia mendukung terpilihnya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pemimpin Indonesia yang baru.

Kabinet Merah Putih dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk periode 2024-2029. Kabinet ini terdiri dari 109 anggota. Anggota tersebut termasuk menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga.

Dari jumlah tersebut, sejumlah tokoh yang sebelumnya menjabat dalam kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali dipercaya. Mereka mengemban posisi penting dalam pemerintahan Prabowo.

One response to “Strategi Konsolidasi Kekuasaan Jokowi”

  1. Yudhi Pratama Karsa Avatar

    Masih ada kelupaan :- mengontrol rektor kampus- menyewa surepay utk selalu merilis tingkat kepuasan tinggi- membuat institusi polisi menjadi multi fungsi- bagi2 jabatan kpd relawan di BUMN & stafsus-menteri- memanjakan oligarki dgn berbagai konsesi tambang, PSN, & tax holiday- menciptakan massa tandingan di setiap demo

    Like

Leave a comment

Let’s connect

Advertisements
BERITA SEBELUMNYA
  • Menggugat Ritual Pemilu Indonesia: Demokrasi Sandiwara

    Menggugat Ritual Pemilu Indonesia: Demokrasi Sandiwara

    Pemilu seharusnya menjadi panggung rakyat dalam menentukan arah bangsa. Namun di Indonesia, demokrasi elektoral yang semestinya menjunjung tinggi kedaulatan rakyat sering kali kehilangan makna. Ini hanya menjadi sekadar ritual lima tahunan. Di balik gegap…

  • Teknologi AI untuk Prediksi Gempa Bumi: Harapan Baru bagi Indonesia yang Rawan Bencana

    Teknologi AI untuk Prediksi Gempa Bumi: Harapan Baru bagi Indonesia yang Rawan Bencana

    Indonesia adalah negara di Cincin Api Pasifik. Negara ini terus menghadapi ancaman gempa bumi. Gempa bumi dapat menimbulkan kerusakan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menunjukkan potensi besar dalam…

  • Wartawan Bukan Cuma Tukang Tanya! Watak dan Karakter yang Wajib Dimiliki Wartawan Hebat

    Wartawan Bukan Cuma Tukang Tanya! Watak dan Karakter yang Wajib Dimiliki Wartawan Hebat

    Di balik headline panas, ada berita investigasi yang bikin gempar. Ada juga wawancara penuh drama. Di balik semua itu, ada satu sosok yang kadang tak terlihat. Tetapi, ia selalu berjibaku: jurnalis! Tapi tahukah kamu,…

  • Debat: Adu Otak, Bukan Adu Otot!

    Debat: Adu Otak, Bukan Adu Otot!

    Debat adalah seni adu argumen yang bertujuan mencari kebenaran melalui proses penyampaian pendapat yang bertentangan. Pentingnya debat terletak pada pengembangan logika berpikir, kemampuan menghargai pandangan berbeda, serta penguasaan argumen yang etis. Debat bukan hanya…

  • Perampasan Tanah Rakyat: Kasus-Kasus Tambang

    Perampasan Tanah Rakyat: Kasus-Kasus Tambang

    Kasus perampasan tanah oleh perusahaan tambang di Indonesia masih terus berlangsung. Konflik baru kerap muncul pada tahun 2025. Ada beberapa perkembangan terbaru di berbagai daerah. Perampasan tanah ini melibatkan praktik ganti rugi tidak adil.…

  • Investasi Sana-Sini Danantara: Pengangguran Tetap Tinggi

    Investasi Sana-Sini Danantara: Pengangguran Tetap Tinggi

    Pemerintah Indonesia tengah menggencarkan hilirisasi industri baterai kendaraan listrik (EV). Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan perusahaan global. Langkah ini diperkuat dengan keterlibatan Badan Pengelola Investasi Danantara. Diharapkan, ini dapat memperkuat posisi Indonesia…

  • Masalah Sistemik Pengelolaan Barang Bukti Tindak Pidana

    Masalah Sistemik Pengelolaan Barang Bukti Tindak Pidana

    Ombudsman Republik Indonesia (ORI) merilis kajian komprehensif. Kajian ini mengenai pengelolaan barang bukti di lingkungan Kepolisian, Kejaksaan, dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). Kajian ini mengungkapkan sejumlah permasalahan sistemik yang memerlukan perhatian serius…

  • Layanan Paspor di Tarutung: Informasi Lengkap

    Layanan Paspor di Tarutung: Informasi Lengkap

    Pengurusan paspor di Tarutung, Tapanuli Utara kini bisa dilakukan langsung di kota tersebut tanpa harus pergi ke luar daerah. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Pematangsiantar secara resmi membuka layanan paspor ini. Layanan ini dilakukan…

  • Muhammad Quraish Shihab: Ulama dan Cendekiawan Indonesia

    Muhammad Quraish Shihab: Ulama dan Cendekiawan Indonesia

    Muhammad Quraish Shihab adalah seorang cendekiawan Muslim Indonesia yang ahli dalam ilmu-ilmu Al-Qur’an. Ia juga adalah penulis, akademisi, dan mantan Menteri Agama Indonesia pada tahun 1998. Ia lahir pada 16 Februari 1944 di Rappang,…

DUNIA

Discover more from SUARA BATAK TAPANULI

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading