Perspektif Psikologis: Mereka yang Terus-Menerus Bicara tentang Demokrasi
Advertisements
2–3 minutes

Sifat Kemunafikan

Psikologi manusia memiliki sebuah keunikan yang menarik. Ketika seseorang terus-menerus membicarakan suatu topik, sering kali itu bukan karena mereka benar-benar yakin. Justru, mereka memiliki ketidakamanan terhadap hal tersebut. Mereka yang terus berbicara tentang kehormatan dan martabat sering kali berusaha menutupi ketidakkonsistenan mereka. Mereka tidak konsisten dalam menjunjung nilai-nilai itu.

Demikian pula, mereka yang gencar mengutuk bahaya alkohol atau narkoba. Seringkali, mereka adalah orang-orang yang memiliki pengalaman pribadi dengan kecanduan atau dampak buruknya. Semakin sering seseorang menegaskan suatu hal, semakin besar kemungkinan bahwa di balik pernyataan mereka terdapat konflik batin yang belum terselesaikan.

Lalu, bagaimana dengan zaman sekarang? Kata “demokrasi” terdengar di mana-mana, disuarakan dengan penuh semangat seolah-olah itu adalah satu-satunya prinsip yang harus dijunjung tinggi tanpa cela. “Ini adalah ancaman bagi demokrasi di Indonesia,” begitu sering kita dengar dari berbagai pihak. Namun, jika kita melihat lebih dekat, kita akan menyadari satu hal penting. Banyak dari mereka yang paling lantang berbicara tentang demokrasi sebenarnya tidak sedang memperjuangkannya dalam arti yang sesungguhnya. Demokrasi yang mereka maksud sering kali bukan kebebasan untuk semua, melainkan sekadar alat untuk mempertahankan kepentingan dan ideologi mereka sendiri.

MEGA PRABOWO

Fenomena ini mencerminkan sebuah ironi besar: di satu sisi, demokrasi diklaim sebagai sistem yang menjamin kebebasan berbicara, berpikir, dan berekspresi. Namun di sisi lain, justru mereka yang mengklaim sebagai pembela demokrasi sering kali yang paling cepat membungkam perbedaan pendapat. Setiap opini yang berbeda dianggap sebagai ancaman. Ini bukanlah bagian dari kebebasan berpikir yang seharusnya dijunjung dalam sistem demokrasi itu sendiri.

Saat ini, kita telah sampai pada titik di mana berbicara secara bebas menjadi sesuatu yang berisiko. Alih-alih menjadi ruang bagi diskusi terbuka, demokrasi telah berubah menjadi ajang sensor terselubung. Seseorang bisa dicap sebagai “anti-demokrasi” hanya karena memiliki pandangan yang tidak sejalan dengan narasi dominan. Demokrasi semestinya menjadi wadah bagi kebebasan. Namun, sering kali dipersempit hanya untuk mengakomodasi satu versi kebenaran. Versi ini dibuat oleh mereka yang paling berkuasa dalam wacana publik.

Pada akhirnya, kita perlu bertanya: apakah demokrasi yang politisi perjuangkan benar-benar melayani kepentingan semua orang? Atau, hanya menjadi alat bagi segelintir pihak untuk mengontrol narasi dan membungkam suara-suara yang tidak mereka sukai? Demokrasi seharusnya tidak hanya menjadi jargon yang diulang-ulang. Kebebasan berpikir dan berbicara yang sejati juga harus diwujudkan. Ini dilakukan tanpa takut dijatuhkan oleh mereka yang mengklaim sebagai pembelanya. BH

Leave a comment

Let’s connect

Advertisements
BERITA SEBELUMNYA
  • Menggugat Ritual Pemilu Indonesia: Demokrasi Sandiwara

    Menggugat Ritual Pemilu Indonesia: Demokrasi Sandiwara

    Pemilu seharusnya menjadi panggung rakyat dalam menentukan arah bangsa. Namun di Indonesia, demokrasi elektoral yang semestinya menjunjung tinggi kedaulatan rakyat sering kali kehilangan makna. Ini hanya menjadi sekadar ritual lima tahunan. Di balik gegap…

  • Teknologi AI untuk Prediksi Gempa Bumi: Harapan Baru bagi Indonesia yang Rawan Bencana

    Teknologi AI untuk Prediksi Gempa Bumi: Harapan Baru bagi Indonesia yang Rawan Bencana

    Indonesia adalah negara di Cincin Api Pasifik. Negara ini terus menghadapi ancaman gempa bumi. Gempa bumi dapat menimbulkan kerusakan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menunjukkan potensi besar dalam…

  • Wartawan Bukan Cuma Tukang Tanya! Watak dan Karakter yang Wajib Dimiliki Wartawan Hebat

    Wartawan Bukan Cuma Tukang Tanya! Watak dan Karakter yang Wajib Dimiliki Wartawan Hebat

    Di balik headline panas, ada berita investigasi yang bikin gempar. Ada juga wawancara penuh drama. Di balik semua itu, ada satu sosok yang kadang tak terlihat. Tetapi, ia selalu berjibaku: jurnalis! Tapi tahukah kamu,…

  • Debat: Adu Otak, Bukan Adu Otot!

    Debat: Adu Otak, Bukan Adu Otot!

    Debat adalah seni adu argumen yang bertujuan mencari kebenaran melalui proses penyampaian pendapat yang bertentangan. Pentingnya debat terletak pada pengembangan logika berpikir, kemampuan menghargai pandangan berbeda, serta penguasaan argumen yang etis. Debat bukan hanya…

  • Perampasan Tanah Rakyat: Kasus-Kasus Tambang

    Perampasan Tanah Rakyat: Kasus-Kasus Tambang

    Kasus perampasan tanah oleh perusahaan tambang di Indonesia masih terus berlangsung. Konflik baru kerap muncul pada tahun 2025. Ada beberapa perkembangan terbaru di berbagai daerah. Perampasan tanah ini melibatkan praktik ganti rugi tidak adil.…

  • Investasi Sana-Sini Danantara: Pengangguran Tetap Tinggi

    Investasi Sana-Sini Danantara: Pengangguran Tetap Tinggi

    Pemerintah Indonesia tengah menggencarkan hilirisasi industri baterai kendaraan listrik (EV). Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan perusahaan global. Langkah ini diperkuat dengan keterlibatan Badan Pengelola Investasi Danantara. Diharapkan, ini dapat memperkuat posisi Indonesia…

  • Masalah Sistemik Pengelolaan Barang Bukti Tindak Pidana

    Masalah Sistemik Pengelolaan Barang Bukti Tindak Pidana

    Ombudsman Republik Indonesia (ORI) merilis kajian komprehensif. Kajian ini mengenai pengelolaan barang bukti di lingkungan Kepolisian, Kejaksaan, dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). Kajian ini mengungkapkan sejumlah permasalahan sistemik yang memerlukan perhatian serius…

  • Layanan Paspor di Tarutung: Informasi Lengkap

    Layanan Paspor di Tarutung: Informasi Lengkap

    Pengurusan paspor di Tarutung, Tapanuli Utara kini bisa dilakukan langsung di kota tersebut tanpa harus pergi ke luar daerah. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Pematangsiantar secara resmi membuka layanan paspor ini. Layanan ini dilakukan…

  • Muhammad Quraish Shihab: Ulama dan Cendekiawan Indonesia

    Muhammad Quraish Shihab: Ulama dan Cendekiawan Indonesia

    Muhammad Quraish Shihab adalah seorang cendekiawan Muslim Indonesia yang ahli dalam ilmu-ilmu Al-Qur’an. Ia juga adalah penulis, akademisi, dan mantan Menteri Agama Indonesia pada tahun 1998. Ia lahir pada 16 Februari 1944 di Rappang,…

DUNIA

Discover more from SUARA BATAK TAPANULI

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading