Menghapus Dosa Prabowo: Menulis Ulang Sejarah
2–3 minutes
Advertisements

Pemerintah melalui Fadli Zon Kementerian Kebudayaan tengah mengerjakan proyek besar bertajuk Penulisan Ulang Sejarah Republik Indonesia. Proyek ini melibatkan lebih dari 120 sejarawan, arkeolog, dan akademisi lintas disiplin dari berbagai universitas dan lembaga penelitian di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Susanto Zuhdi. Beliau adalah Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia (UI). Tim ini bertekad menulis ulang narasi sejarah nasional dengan pendekatan ilmiah, faktual, dan inklusif.

Siapa di Balik Proyek Ini?

Proyek ini tidak dijalankan secara sembarangan. Selain Prof. Zuhdi, tim ini dikawal oleh dua editor umum: Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono dari Universitas Diponegoro, yang dikenal sebagai pakar sejarah maritim, dan Dr. Jajat Burhanuddin dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, spesialis sejarah Islam dan masyarakat. Keduanya memiliki rekam jejak akademik yang panjang dan kredibel, memperkuat harapan bahwa penulisan ini akan berada di jalur objektif.

Mengapa Sejarah Harus Ditulis Ulang?

Penulisan ulang sejarah bukanlah hal baru dalam diskursus bangsa-bangsa yang berkembang. Sejarah yang ditulis dalam rezim sebelumnya kerap kali sarat kepentingan politik, bias ideologi, dan penghilangan peran kelompok tertentu.

Di Indonesia, narasi sejarah nasional selama Orde Baru sangat tersentralisasi pada peran militer. Tokoh-tokoh tertentu seperti Soeharto menonjol, dengan pengaburan terhadap dinamika politik kiri. Selain itu, perjuangan lokal serta kontribusi kelompok minoritas sering diabaikan. Banyak peristiwa penting seperti 1965, DOM di Aceh dan Papua, serta gerakan perempuan dan buruh yang tidak diangkat secara proporsional.

Bagaimana Objektivitas Dijaga?

Objektivitas adalah tantangan utama dalam setiap proyek historiografi, terlebih dalam konteks politik Indonesia yang sangat dinamis. Tim ini menggunakan metode ilmiah berbasis verifikasi silang sumber primer dan sekunder, diskusi terbuka antar pakar, serta pendekatan multidisipliner.

Pengambilan keputusan tidak bersifat sentralistik, melainkan berbasis konsensus akademik. Sumber-sumber sejarah yang digunakan berasal dari arsip nasional, dokumen luar negeri, kesaksian lisan, serta peninggalan arkeologis yang telah diverifikasi.

Selain itu, keterlibatan para ahli dari berbagai latar belakang universitas dan wilayah Indonesia diharapkan mampu menghadirkan keragaman perspektif. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah dominasi narasi tunggal.

Apakah Ini Proyek Propaganda Rezim Prabowo?

Kritik tentu muncul. Tidak sedikit pihak yang khawatir bahwa proyek ini adalah bagian dari upaya Prabowo Subianto untuk merekonstruksi citranya dalam sejarah nasional. Karena dia terlibat dalam sejumlah peristiwa kontroversial masa lalu, penulisan ulang sejarah bisa digunakan untuk “meluruskan” citra politiknya. Ini dapat dilakukan dengan mengatur framing terhadap peran militer dan elite tertentu dalam sejarah Indonesia modern.

Suara Orang Batak Dari Jantung Tapanuli

Leave a comment

Let’s connect

Advertisements
BERITA SEBELUMNYA
  • Kekuatan Asing Tak Ingin Indonesia Kuat dan Kaya?

    Kekuatan Asing Tak Ingin Indonesia Kuat dan Kaya?

    🕵️ Fact-Check Jakarta – Pernyataan Prabowo Subianto soal kekuatan asing. Ia menyebut bahwa kekuatan asing tidak ingin Indonesia menjadi negara kuat dan kaya. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut bahwa kekuatan luar negeri bahkan mendanai organisasi…

  • Tan Malaka: Pemikir Kiri Radikal dan Tokoh Revolusioner Internasional

    Tan Malaka: Pemikir Kiri Radikal dan Tokoh Revolusioner Internasional

    Di tengah gemuruh perjuangan kemerdekaan Indonesia, nama Tan Malaka bagaikan petir yang menyambar, menerangi sekaligus mengguncang. Tan Malaka adalah seorang pemikir kiri radikal. Dia adalah penulis Madilog. Sebagai tokoh revolusioner internasional, ia adalah sosok…

  • Semaun:  Ketua PKI Pertama

    Semaun: Ketua PKI Pertama

    Pemberontakan PKI tahun 1926–1927 dilakukan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda. Tujuannya adalah menggulingkan kekuasaan kolonial dan mendirikan pemerintahan yang berbasis komunisme di Indonesia. Semaun menyeruak sebagai salah satu tokoh yang membentuk wajah pergerakan nasional…

  • Jejak Amir Sjarifuddin dalam Marxisme dan Nasionalisme

    Jejak Amir Sjarifuddin dalam Marxisme dan Nasionalisme

    Intelektual Marxis di Pusaran Revolusi dan Tragedi Bangsa Indonesia Dalam lintasan sejarah Indonesia modern, sedikit tokoh yang mengundang kekaguman sekaligus kontroversi sebesar Amir Sjarifuddin Harahap. Politikus ini lahir di Medan pada 1907. Dia juga…

  • Pena sebagai Senjata: Perjuangan Tirto Adhi Soerjo

    Pena sebagai Senjata: Perjuangan Tirto Adhi Soerjo

    Di tengah cengkraman kolonialisme yang membungkam suara rakyat, berdirilah seorang anak bangsa dengan pena sebagai senjatanya. Dialah Raden Mas Tirto Adhi Soerjo—tokoh yang menjadikan media bukan sekadar alat informasi, melainkan senjata perjuangan. Pelopor Pers…

  • Strategi Perang Gerilya Sisingamangaraja XII

    Strategi Perang Gerilya Sisingamangaraja XII

    Sisingamangaraja XII adalah seorang raja dan pendeta terakhir masyarakat Batak Toba. Dia memimpin Perang Batak (1878–1907) melawan penjajahan Belanda di Sumatera Utara. Dia menggunakan strategi perang gerilya yang cerdas. Selain itu, dia memanfaatkan keunggulan…

  • Sardono W. Kusumo: Menggugat Dengan Gerak

    Sardono W. Kusumo: Menggugat Dengan Gerak

    Koreografer, Budayawan, dan Penafsir Zaman yang Lugas “Seni adalah bahasa yang jujur, dan tubuh adalah pena yang menuliskannya.”Begitu barangkali dapat kita tafsirkan jejak langkah Sardono Waluyo Kusumo, sosok pemikir tubuh dan gerak. Semenjak dekade…

  • Kapitalisme yang Mengikis Kesetaraan Umat

    Kapitalisme yang Mengikis Kesetaraan Umat

    Ekonomi Haji Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang sarat makna spiritual dan kesetaraan. Saat ini, ibadah ini semakin terperangkap dalam dinamika ekonomi yang bersifat kapitalis. Biaya yang melonjak telah meningkatkan disparitas akses…

DUNIA

Discover more from SUARA BATAK TAPANULI

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading