Advertisements
1–2 minutes

Prinsip koperasi menurut Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia, berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong-royong sebagai dasar usaha bersama. Berikut adalah inti prinsip koperasi yang dicetuskan oleh Bung Hatta:

  • Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela: Anggota koperasi dapat bergabung tanpa paksaan, sesuai dengan semangat kebersamaan dan sukarela8.
  • Pengendalian dilakukan secara demokratis oleh anggota: Setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam pengambilan keputusan koperasi. Ini menegakkan prinsip demokrasi dalam koperasi.
  • Partisipasi ekonomi anggota: Anggota turut berkontribusi secara ekonomi dalam koperasi sesuai kemampuan dan kebutuhan bersama.
  • Otonomi dan kebebasan: Koperasi harus bebas dari pengaruh luar yang dapat mengganggu kemandirian dan tujuan koperasi.
  • Pendidikan, pelatihan, dan informasi: Koperasi bertugas mendidik anggotanya agar memahami nilai-nilai koperasi dan mampu mengelola usaha bersama dengan baik.
  • Kerjasama antar koperasi dan kepedulian terhadap komunitas: Koperasi harus menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan koperasi lain. Koperasi juga harus aktif dalam pembangunan masyarakat sekitar.
  • Nilai-nilai moral dan sosial: Koperasi harus menanamkan nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, solidaritas, dan kesetiaan dalam kekeluargaan.

Bung Hatta menekankan bahwa koperasi bukanlah tempat mencari laba sebesar-besarnya. Koperasi adalah wadah untuk memenuhi kebutuhan bersama. Hal ini memperkuat ekonomi rakyat secara mandiri. Ini dilakukan tanpa adanya hubungan majikan dan buruh seperti dalam sistem kapitalis.

Koperasi harus berfungsi sebagai usaha bersama. Usaha ini berasas kekeluargaan, tolong-menolong, dan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, tidak menimbulkan kelas sosial yang berbeda di antara anggotanya.

KOPERASI
KOPERASI

Selain itu, Bung Hatta juga menggaris bawahi bahwa koperasi harus realistis dalam menjalankan usahanya. Mereka harus strategis, bukan hanya berpegang pada idealisme semata. Dengan demikian, koperasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

Singkatnya, prinsip koperasi menurut Mohammad Hatta berfokus pada:

  • Kekeluargaan dan gotong-royong
  • Keanggotaan sukarela dan terbuka
  • Demokrasi ekonomi
  • Pendidikan dan pengembangan anggota
  • Kemandirian dan otonomi koperasi
  • Solidaritas dan tanggung jawab sosial

Prinsip-prinsip ini menjadi dasar bagi koperasi Indonesia dan tercermin dalam Pasal 33 UUD 1945 yang mengatur perekonomian dengan asas kekeluargaan.

Leave a comment

Let’s connect

Advertisements
BERITA SEBELUMNYA
  • Waktunya Rakyat Bangkit: Menuju Revolusi Reformasi untuk Demokrasi Sejati di Indonesia

    Waktunya Rakyat Bangkit: Menuju Revolusi Reformasi untuk Demokrasi Sejati di Indonesia

    Bayangkan sebuah negara di mana suara rakyat benar-benar didengar, di mana kekuasaan tidak lagi terkonsentrasi di tangan segelintir elit yang serakah, dan di mana check and balance berfungsi sebagai benteng melawan totaliterisme. Itulah visi…

  • TARUHAN BESAR PRABOWO: MENGGENJOT BELANJA TANPA MENAIKKAN PAJAK

    TARUHAN BESAR PRABOWO: MENGGENJOT BELANJA TANPA MENAIKKAN PAJAK

    Sinyal dari Dua Lembaga Januari 2026 menjadi bulan yang penuh teka-teki bagi para pengamat pasar modal. Di satu sisi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan lantang mengumumkan perpanjangan insentif pajak. Pemerintah memastikan tarif Pajak…

  • KRISIS LALU-LINTAS JAKARTA

    KRISIS LALU-LINTAS JAKARTA

    Fenomena kemacetan lalu lintas di Jakarta bukan sekadar gangguan logistic harian. Fenomena tersebut merupakan manifestasi dari krisis struktural. Krisis ini menyentuh dimensi ekonomi, kesehatan publik, dan psikologi sosial. Sebagai pusat gravitasi ekonomi Indonesia, Jakarta…

  • Dari Kebun “Palem Merah” Menjadi Pusat Transit Modern

    Dari Kebun “Palem Merah” Menjadi Pusat Transit Modern

    Palmerah, Jakarta Barat (1700–2025) Bab 1: Pendahuluan dan Historis 1.1 Administratif dan Geografis Kecamatan Palmerah terletak di jantung administratif Kota Jakarta Barat. Kecamatan ini merupakan entitas urban. Hal ini merepresentasikan mikrokosmos dari evolusi metropolitan…

  • Partai Politik Demokratis vs Partai Politik Oligarki

    Partai Politik Demokratis vs Partai Politik Oligarki

    Partai Politik Demokratis Partai politik yang demokratis adalah partai yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi baik secara internal maupun eksternal. Ciri utamanya meliputi kebebasan berorganisasi. Partai tidak di kontrol oleh keluarga dan oligarki kelompok tertentu.…

  • Ilusi Uang Gratis: Mengungkap Skema Penipuan di Balik Game Mobile Berhadiah Cash

    Ilusi Uang Gratis: Mengungkap Skema Penipuan di Balik Game Mobile Berhadiah Cash

    Dalam beberapa tahun terakhir, iklan game mobile yang menjanjikan uang tunai semakin masif membanjiri layar ponsel masyarakat Indonesia. Narasinya sederhana dan menggoda: main game santai, tonton iklan, kumpulkan poin, lalu tarik uang ke PayPal…

  • Politik Uang, dan Kejatuhan Demokrasi di Indonesia Pasca-Reformasi

    Politik Uang, dan Kejatuhan Demokrasi di Indonesia Pasca-Reformasi

    Analisa Perilaku Pemilih Konflik Antara Ekspektasi Normatif dan Realitas Empiris Pertanyaan mendasar adalah mengapa rakyat Indonesia tampak memilih wakil rakyat tanpa menggunakan “akal sehat”. Mengapa figur masa lalu seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih…

  • Perubahan Politik Apa yang Diperlukan agar Pengadilan Tipikor Indonesia Efektif Membasmi Korupsi

    Perubahan Politik Apa yang Diperlukan agar Pengadilan Tipikor Indonesia Efektif Membasmi Korupsi

    Pelajaran dari Tiongkok Keberhasilan Republik Rakyat Tiongkok menekan korupsi—setidaknya pada level perilaku pejabat—sering memicu perbandingan dengan Indonesia. Di Tiongkok, kampanye antikorupsi mampu menjangkau elite tertinggi. Di Indonesia, perkara besar kerap tersendat oleh konstruksi dakwaan…

  • Anatomi Politik Ekstraktif dan Paradoks Elite Batak

    Anatomi Politik Ekstraktif dan Paradoks Elite Batak

    The sociopolitical analysis of the Batak elite’s role within Indonesia’s oligarchic system reveals a complex relationship between power and local development. Despite their intellectual prowess and work ethic, these elites become entrenched in a…

DUNIA

Discover more from SUARA BATAK TAPANULI

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading