Strategi Stabilitas Harga Ikan di Indonesia
Advertisements
4–6 minutes

Supply dan harga ikan di Indonesia per November 2025 menunjukkan:

  • Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membatasi volume penangkapan ikan nasional tahun 2025 maksimal 7 juta ton. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Langkah ini juga menyeimbangkan aspek ekonomi dan ekologi.
  • Stok dan harga ikan di pelabuhan perikanan dan pasar umumnya stabil, dengan beberapa harga ikan konsumsi segar di pasar mencapai kisaran berikut:
    • Ikan Kembung sekitar Rp 40.000–42.000 per kg
    • Cakalang sekitar Rp 18.000–70.000 per kg (variasi jenis dan lokasi)
    • Bandeng sekitar Rp 30.000–40.000 per kg
    • Tongkol sekitar Rp 16.000–35.000 per kg
    • Lele Rp 27.000 per kg
    • Gurame Rp 38.000 per kg
    • Harga ikan lainnya seperti cumi-cumi dan tuna juga relatif stabil dengan harga sekitar Rp 75.000 dan Rp 40.000 per kg secara berturut-turut.

Secara umum, pasokan ikan dijaga agar seimbang dengan pengekangan volume tangkap untuk keberlanjutan. Harga ikan di pasar relatif stabil. Ada fluktuasi minor pada beberapa jenis ikan konsumsi. Harga dan ketersediaan bisa sedikit bervariasi sesuai daerah dan jenis ikan.

Ini menggambarkan kondisi pasar ikan segar di Indonesia saat ini. Pasar ini berada dalam pengawasan ketat pemerintah. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan sumber daya laut. Produksi perikanan budidaya juga meningkat pada awal 2025. Produksi pada Januari sekitar 408 ribu ton. Jumlah ini meningkat menjadi 436 ribu ton pada Maret 2025. Peningkatan ini sekitar 3,84% dibandingkan Januari.

Target produksi perikanan nasional pada 2025 ditetapkan sebesar 24,58 juta ton, yang mencakup produksi ikan tangkap dan budidaya. Target ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memenuhi permintaan domestik dan ekspor yang terus meningkat.

Permintaan Pasar dan Konsumsi

  • Permintaan ikan segar di pasar domestik tetap tinggi. Konsumsi ikan air tawar meningkat di berbagai wilayah. Ini termasuk Indonesia Timur dan Tengah. Ikan budidaya menjadi menu utama saat Ramadan dan Lebaran.
  • Harga ikan seperti lele pada 2025 berkisar antara Rp28.000 hingga Rp35.000 per kilogram, dengan permintaan yang meningkat menjelang hari besar seperti Lebaran dan Natal. Segmen pasar yang potensial meliputi restoran seafood dan pedagang kaki lima. Segmen lainnya adalah pengusaha frozen food. Ada juga pasar ekspor regional seperti Malaysia dan Singapura.

Permintaan Domestik dan Konsumsi Ikan Segar

  • Pada musim liburan Nataru , permintaan ikan konsumsi diperkirakan naik sekitar 5,45%. Kenaikan ini dari 0,9 juta ton di November menjadi 0,95 juta ton di Desember 2024. Jenis ikan segar yang permintaannya meningkat antara lain nila, udang, bandeng, cumi-cumi, kakap, kerapu, dan cakalang1.
  • Kenaikan permintaan juga terjadi di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka). Permintaan meningkat terutama di lokasi pariwisata. Lokasi ini mengalami peningkatan pesanan selama libur Nataru.
  • Konsumsi ikan per kapita di Indonesia juga meningkat. Pada 2018, konsumsi mencapai 50,69 kg/kapita/tahun. Angka ini meningkat menjadi 57,61 kg/kapita/tahun pada 2023. Provinsi Maluku, Papua, dan Papua Barat mencatat konsumsi tertinggi6.
  • Stok ikan di beberapa daerah besar seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini termasuk saat Lebaran 2024. Stok di cold storage mencapai 68.039 ton9.

Permintaan Ekspor Ikan Segar

  • Ekspor ikan segar Indonesia mengalami fluktuasi, namun pasar utama ekspor adalah Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Pada 2022, volume ekspor ikan segar mencapai sekitar 52 ribu ton, dengan nilai ekspor sekitar US$111 juta.
  • Ekspor ikan segar ke Amerika Serikat meningkat signifikan, misalnya ekspor ikan segar Indonesia ke AS naik 94,23% antara 2021-2023.
  • Komoditas ekspor unggulan seperti ikan tuna juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan pasar utama di Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Harga dan Ketersediaan

  • Harga ikan segar relatif stabil. Kenaikan harga wajar antara 3-7% terjadi pada beberapa jenis ikan seperti nila dan udang selama musim Nataru. Hal ini seiring dengan kenaikan permintaan.
  • Pemerintah menjamin ketersediaan stok ikan segar. Mutu hasil perikanan aman terpenuhi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim liburan dan hari besar.

Mengatasi fluktuasi harga ikan selama musim panen rendah

1. Pengembangan Sistem Resi Gudang (SRG)

KKP mendorong pengembangan Sistem Resi Gudang ikan di wilayah-wilayah potensial seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Sistem ini memungkinkan nelayan dan pelaku usaha menyimpan ikan beku saat musim panen melimpah. Ikan dapat dijual secara bertahap ketika harga pasar naik di musim paceklik. Dengan cara ini, pasokan ikan tetap tersedia dan harga dapat distabilkan.

2. Fasilitasi Kerjasama Nelayan dan Industri Pengolahan

KKP mempertemukan nelayan dengan industri pengolahan ikan untuk membuka akses pasar yang lebih luas saat pasokan ikan berlimpah. Contohnya di Prigi, Trenggalek, Jawa Timur, KKP memfasilitasi kerjasama antara nelayan dan koperasi pindang. Kerjasama ini menyerap hasil tangkapan saat musim puncak. Dengan demikian, harga jual ikan tetap optimal dan tidak jatuh drastis.

3. Koordinasi Penetapan Harga Patokan Awal

KKP bekerja sama dengan instansi terkait. Misalnya, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan di daerah. Mereka menetapkan daftar harga patokan awal yang mempertimbangkan biaya operasional nelayan dan supplier. Hal ini membantu mengurangi ketidakpastian harga dan memperkuat posisi tawar nelayan dalam menentukan harga ikan.

4. Pengembangan Infrastruktur Penyimpanan Ikan

Peningkatan sarana penyimpanan seperti cold storage menjadi kunci untuk menjaga kestabilan pasokan dan kualitas ikan. Dengan cold storage, ikan yang berlebih saat musim panen dapat disimpan. Ikan ini kemudian dapat dipasarkan saat permintaan meningkat. Dengan cara ini, fluktuasi harga dapat diminimalkan.

5. Digitalisasi dan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN)

KKP mengembangkan SLIN yang mengintegrasikan manajemen rantai pasok ikan secara digital, termasuk forecasting dan sistem peringatan dini. Hal ini memungkinkan koordinasi yang lebih baik antar pihak terkait. Mereka dapat mengantisipasi fluktuasi produksi dan permintaan. Dengan demikian, harga ikan dapat lebih stabil.

Kesimpulan

Data hingga Mei 2023 menunjukkan bahwa telah diterbitkan 44 resi gudang untuk komoditas ikan dan rumput laut. Total volume dari resi ini mencapai 1.007,7 ton dan nilai mencapai Rp44,28 miliar. Dari jumlah tersebut, nilai pembiayaan yang diperoleh mencapai Rp27,1 miliar.

Sementara data kuantitatif terbaru mengenai dampak langsung SRG terhadap kesejahteraan nelayan pada tahun 2025 belum tersedia.

Meski demikian, beberapa tantangan masih ada. Pemanfaatan gudang yang sudah dibangun belum optimal. Konsentrasi pemanfaatan SRG masih terpusat di Pulau Jawa.

Leave a comment

Let’s connect

Advertisements
BERITA SEBELUMNYA
  • Lapo Batak: Jantung Budaya dan Identitas Sosial

    Lapo Batak: Jantung Budaya dan Identitas Sosial

    Di tengah arus modernisasi yang kian deras, budaya global menyusup ke segala penjuru. Namun, lapo Batak tetap tegak berdiri sebagai ruang hidup budaya. Ia juga mewakili identitas dan interaksi sosial masyarakat Batak. Lapo bukan…

  • Sosial Tren Makanan – Dampak pada Kesehatan Remaja

    Sosial Tren Makanan – Dampak pada Kesehatan Remaja

    Inovasi dan Konsumerisme Digital Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap kuliner Indonesia telah mengalami transformasi signifikan, terutama di kalangan remaja dan milenial. Fenomena ini ditandai dengan munculnya berbagai makanan dan minuman yang viral. Fenomena ini…

  • Masa Depan Garuda Indonesia Operasional Buruk & Terus Rugi

    Masa Depan Garuda Indonesia Operasional Buruk & Terus Rugi

    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah menjajaki penyertaan modal dari Danantara seiring dengan tekanan keuangan yang signifikan. Kerugian mencapai Rp1,26 triliun pada kuartal I-2025 akibat biaya operasional tinggi dan penurunan pendapatan. Suntikan modal dari…

  • Ambisi Nikel yang Menggoda Oligarki

    Ambisi Nikel yang Menggoda Oligarki

    Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia sebesar 21 juta ton. Negara ini memiliki ambisi besar untuk menjadi pusat produksi nikel kelas baterai. Indonesia menargetkan produksi mencapai 1,4 juta ton pada 2030. Kemitraan antara…

  • Strategi Stabilitas Harga Ikan di Indonesia

    Strategi Stabilitas Harga Ikan di Indonesia

    Supply dan harga ikan di Indonesia per November 2025 menunjukkan: Secara umum, pasokan ikan dijaga agar seimbang dengan pengekangan volume tangkap untuk keberlanjutan. Harga ikan di pasar relatif stabil. Ada fluktuasi minor pada beberapa…

  • Reformasi Pengaduan Masyarakat di DPR

    Reformasi Pengaduan Masyarakat di DPR

    Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kerap disebut sebagai rumah rakyat, tempat aspirasi warga negara disuarakan. Namun, realitas di lapangan sering kali bertolak belakang dengan citra mulia ini. Pelayanan pengaduan masyarakat seharusnya menjadi…

  • Program Food Estate Gagal di Humbang Hasundutan

    Program Food Estate Gagal di Humbang Hasundutan

    Program Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Program ini digagas pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Peningkatan ini dilakukan melalui pengembangan pertanian terintegrasi, khususnya…

  • Parpol di Indonesia: Dibentuk dengan Niat Korupsi

    Parpol di Indonesia: Dibentuk dengan Niat Korupsi

    Korupsi di Indonesia terus menjadi momok yang menggerogoti fondasi demokrasi. Anggota partai politik (parpol) di legislatif dan eksekutif kerap menjadi pelaku utama. Sepanjang 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat serangkaian skandal korupsi. Skandal ini…

  • Platform Ojol Adalah Perbudakan Modern: Pendapatan Peserta Menyedihkan, Pemerintah Diam Saja

    Platform Ojol Adalah Perbudakan Modern: Pendapatan Peserta Menyedihkan, Pemerintah Diam Saja

    Suara Batak Tapanuli – Di balik gemerlap kemudahan layanan transportasi digital, tersimpan kisah getir. Ribuan pengemudi ojek online (ojol) bekerja nyaris tanpa perlindungan. Mereka juga tidak mendapatkan upah layak atau kejelasan masa depan. Istilah…

DUNIA

Discover more from SUARA BATAK TAPANULI

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading