Ambisi Nikel yang Menggoda Oligarki
Advertisements
3–4 minutes

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia sebesar 21 juta ton. Negara ini memiliki ambisi besar untuk menjadi pusat produksi nikel kelas baterai. Indonesia menargetkan produksi mencapai 1,4 juta ton pada 2030.

Kemitraan antara Danantara dan Eramet, yang mencakup akuisisi saham di pabrik HPAL milik Zhejiang Huayou Cobalt Co., dianggap sebagai langkah menuju hilirisasi industri nikel. Selain itu, Eramet berjanji untuk mentransfer teknologi dan melatih 350 insinyur Indonesia hingga 2027, yang dapat meningkatkan kapasitas teknis lokal.

Namun, di balik ambisi ini, terdapat sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan. Para pengkritik mempertanyakan apakah kemitraan ini benar-benar akan memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia. Mereka juga bertanya apakah justru memperkaya pihak asing sambil meninggalkan beban lingkungan dan sosial bagi masyarakat lokal.

Kekhawatiran Transparansi dan Tata Kelola

Salah satu kritik utama terhadap rencana ini adalah lemahnya pengawasan terhadap Danantara. Sebagai entitas yang baru berdiri pada Februari 2025, Danantara memiliki mandat besar untuk mengelola aset BUMN senilai hingga $900 miliar. Namun, pengawasan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbatas. Audit memerlukan persetujuan DPR. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan dana atau mismanajemen. Kondisi ini mengingatkan pada skandal 1MDB di Malaysia yang merugikan miliaran dolar akibat korupsi.

Rosan Roeslani, CEO Danantara, menegaskan bahwa investasi hanya akan dilakukan pada proyek yang “siap investasi”. Proyek ini harus mempertimbangkan aspek seperti ketersediaan lahan dan keberlanjutan. Namun, tanpa mekanisme pengawasan yang kuat, publik berhak mempertanyakan bagaimana keputusan investasi sebesar ini dibuat dan siapa yang benar-benar diuntungkan.

Risiko Lingkungan dari Teknologi HPAL

Penggunaan teknologi HPAL, meskipun efektif untuk menghasilkan nikel kelas baterai, dikenal memiliki dampak lingkungan yang signifikan. Proses ini menghasilkan limbah beracun dalam jumlah besar, seperti tailings. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat mencemari air tanah dan laut di sekitar Weda Bay. Maluku Utara, yang menjadi lokasi proyek, adalah wilayah dengan ekosistem laut yang kaya. Kerusakan lingkungan dapat mengancam mata pencaharian masyarakat lokal, khususnya nelayan.

Eramet mengklaim fokus pada produksi baterai EV yang berkelanjutan. Namun, track record industri HPAL di Indonesia menunjukkan bahwa pengelolaan limbah sering kali tidak memadai. Namun, banyak masalah limbah yang tidak dikelola dengan baik. Tanpa jaminan investasi dalam teknologi pengelolaan limbah yang canggih, kemitraan ini berisiko memperburuk kerusakan lingkungan di wilayah tersebut. Kemitraan ini juga berisiko jika tidak ada komitmen nyata untuk mematuhi standar lingkungan internasional.

Dampak Ekonomi: Siapa yang Untung?

Secara ekonomi, kemitraan ini dapat menciptakan lapangan kerja dan mendukung target emisi nol bersih Indonesia pada 2060. Namun, ada kekhawatiran bahwa manfaat ekonomi utama akan mengalir ke pihak asing, seperti Eramet dan Huayou Cobalt. Sementara itu, Indonesia hanya mendapatkan keuntungan jangka pendek. Dengan meningkatnya kapasitas HPAL global, harga nikel berpotensi turun, yang dapat merugikan margin keuntungan produsen lokal. Selain itu, keterlibatan perusahaan Tiongkok dalam proyek ini menimbulkan pertanyaan. Pertanyaannya adalah apakah keterlibatan ini mendiversifikasi rantai pasok atau justru memperkuat dominasi Tiongkok dalam industri nikel global.

Lebih lanjut, struktur investasi melalui MIND ID menambah lapisan birokrasi yang berpotensi menghambat efisiensi dan inovasi BUMN. Jika kemitraan ini tidak dikelola dengan baik, Indonesia berisiko menjadi sekadar pemasok bahan baku. Negara ini tidak menguasai teknologi inti atau rantai nilai yang lebih tinggi.

Perlunya Transparansi dan Akuntabilitas

Untuk menjawab kritik ini, Danantara dan pemerintah perlu memastikan transparansi dalam proses pengambilan keputusan. Mereka harus melibatkan pemangku kepentingan lokal dalam perencanaan proyek. Ini termasuk masyarakat di Maluku Utara. Eramet berkomitmen untuk melatih insinyur Indonesia. Namun, pengawasan ketat terhadap implementasi teknologi HPAL harus dilakukan. Tujuannya adalah untuk memastikan agar sesuai dengan standar lingkungan global. Selain itu, pemerintah harus memperkuat mekanisme audit independen untuk mencegah risiko korupsi atau penyalahgunaan dana.

Kemitraan Danantara-Eramet memiliki potensi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai global. Namun, tanpa langkah konkret untuk mengatasi masalah transparansi, lingkungan, dan distribusi manfaat ekonomi, proyek ini berisiko menjadi pedang bermata dua. Publik berhak menuntut akuntabilitas agar ambisi nikel Indonesia tidak berakhir sebagai beban bagi generasi mendatang.

Penulis:

Leave a comment

Let’s connect

Advertisements
BERITA SEBELUMNYA
  • Menggugat Ritual Pemilu Indonesia: Demokrasi Sandiwara

    Menggugat Ritual Pemilu Indonesia: Demokrasi Sandiwara

    Pemilu seharusnya menjadi panggung rakyat dalam menentukan arah bangsa. Namun di Indonesia, demokrasi elektoral yang semestinya menjunjung tinggi kedaulatan rakyat sering kali kehilangan makna. Ini hanya menjadi sekadar ritual lima tahunan. Di balik gegap…

  • Teknologi AI untuk Prediksi Gempa Bumi: Harapan Baru bagi Indonesia yang Rawan Bencana

    Teknologi AI untuk Prediksi Gempa Bumi: Harapan Baru bagi Indonesia yang Rawan Bencana

    Indonesia adalah negara di Cincin Api Pasifik. Negara ini terus menghadapi ancaman gempa bumi. Gempa bumi dapat menimbulkan kerusakan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menunjukkan potensi besar dalam…

  • Wartawan Bukan Cuma Tukang Tanya! Watak dan Karakter yang Wajib Dimiliki Wartawan Hebat

    Wartawan Bukan Cuma Tukang Tanya! Watak dan Karakter yang Wajib Dimiliki Wartawan Hebat

    Di balik headline panas, ada berita investigasi yang bikin gempar. Ada juga wawancara penuh drama. Di balik semua itu, ada satu sosok yang kadang tak terlihat. Tetapi, ia selalu berjibaku: jurnalis! Tapi tahukah kamu,…

  • Debat: Adu Otak, Bukan Adu Otot!

    Debat: Adu Otak, Bukan Adu Otot!

    Debat adalah seni adu argumen yang bertujuan mencari kebenaran melalui proses penyampaian pendapat yang bertentangan. Pentingnya debat terletak pada pengembangan logika berpikir, kemampuan menghargai pandangan berbeda, serta penguasaan argumen yang etis. Debat bukan hanya…

  • Perampasan Tanah Rakyat: Kasus-Kasus Tambang

    Perampasan Tanah Rakyat: Kasus-Kasus Tambang

    Kasus perampasan tanah oleh perusahaan tambang di Indonesia masih terus berlangsung. Konflik baru kerap muncul pada tahun 2025. Ada beberapa perkembangan terbaru di berbagai daerah. Perampasan tanah ini melibatkan praktik ganti rugi tidak adil.…

  • Investasi Sana-Sini Danantara: Pengangguran Tetap Tinggi

    Investasi Sana-Sini Danantara: Pengangguran Tetap Tinggi

    Pemerintah Indonesia tengah menggencarkan hilirisasi industri baterai kendaraan listrik (EV). Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan perusahaan global. Langkah ini diperkuat dengan keterlibatan Badan Pengelola Investasi Danantara. Diharapkan, ini dapat memperkuat posisi Indonesia…

  • Masalah Sistemik Pengelolaan Barang Bukti Tindak Pidana

    Masalah Sistemik Pengelolaan Barang Bukti Tindak Pidana

    Ombudsman Republik Indonesia (ORI) merilis kajian komprehensif. Kajian ini mengenai pengelolaan barang bukti di lingkungan Kepolisian, Kejaksaan, dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). Kajian ini mengungkapkan sejumlah permasalahan sistemik yang memerlukan perhatian serius…

  • Layanan Paspor di Tarutung: Informasi Lengkap

    Layanan Paspor di Tarutung: Informasi Lengkap

    Pengurusan paspor di Tarutung, Tapanuli Utara kini bisa dilakukan langsung di kota tersebut tanpa harus pergi ke luar daerah. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Pematangsiantar secara resmi membuka layanan paspor ini. Layanan ini dilakukan…

  • Muhammad Quraish Shihab: Ulama dan Cendekiawan Indonesia

    Muhammad Quraish Shihab: Ulama dan Cendekiawan Indonesia

    Muhammad Quraish Shihab adalah seorang cendekiawan Muslim Indonesia yang ahli dalam ilmu-ilmu Al-Qur’an. Ia juga adalah penulis, akademisi, dan mantan Menteri Agama Indonesia pada tahun 1998. Ia lahir pada 16 Februari 1944 di Rappang,…

DUNIA

Discover more from SUARA BATAK TAPANULI

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading