Krisis Etika Prabowo Sebagai Makelar Resor Golf Trump.
Advertisements
3–4 minutes

Sisi lain dari diplomasi internasional yang lebih mirip pesta bisnis daripada forum negara. Permintaan Prabowo agar Eric Trump—putra ketiga sang presiden AS—telepon dia, bukanlah sekadar obrolan santai. Itu adalah simbol dari kegagalan kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan pribadi di atas tanggung jawab nasional.

Setelah Trump menyelesaikan pidatonya yang penuh gaya khasnya—penuh janji “deal besar” untuk Gaza—keduanya berdiri berdampingan di belakang podium. Mikrofon, yang seharusnya sudah dimatikan, masih menyala. Prabowo, dengan nada yang terdengar seperti negosiasi kamar belakang, mulai bicara soal “wilayah yang tidak aman secara keamanan.” Kemudian, tanpa basa-basi, dia melempar pertanyaan: “Bisakah saya bertemu Eric?” Trump, dengan senyum lebar yang ikonik, langsung merespons: “Saya akan meminta Eric menelepon. Haruskah saya lakukan itu? Dia anak yang baik.” Prabowo menambahkan, “Eric or Don Jr.,” merujuk saudara Eric, Donald Trump Jr., sambil menyebut nama “Hary” dan rencana mencari “tempat yang lebih baik.” Percakapan ini bocor ke media seperti Reuters dan The Guardian. Itu bukan hanya awkward. Ini adalah bukti telanjang betapa rendahnya harga diri seorang Prabowo

Eric Trump, Wakil Presiden Eksekutif Trump Organization. Dia mengelola kerajaan bisnis keluarga Trump yang memiliki proyek-proyek ambisius di Indonesia. Proyek tersebut mencakup dari resor mewah di Bali dan Lido.

Dugaan kuat, permintaan Prabowo ini terkait ekspansi bisnis tersebut. Prabowo mungkin sedang melakukan negosiasi lokasi baru. Ini terjadi setelah Prabowo mengeluh soal keamanan di wilayah lama.

Ini bukan diplomasi; ini adalah lobi korporat yang disamarkan sebagai pertemuan negara. Saat dunia membahas ribuan nyawa yang hilang di Gaza, Prabowo sibuk memikirkan telepon dari pewaris dinasti Trump. Betapa ironis! Seorang presiden yang naik tahta dengan janji “Indonesia Maju”. Dia berjanji untuk meningkatkan kedaulatan nasional. Kini, presiden tersebut terlihat seperti calo properti yang merayu miliarder asing. Kritik ini bukan sekadar sindiran; ini adalah seruan untuk akuntabilitas. Di mana batas antara kepentingan negara dan kantong pribadi?

Lebih dalam lagi, insiden ini menyoroti pola lama Prabowo: campur aduk antara politik, militer, dan bisnis. Sebagai mantan jenderal yang pernah dituduh pelanggaran HAM, Prabowo kini memimpin negara dengan gaya otoriter yang halus.

Setiap pidato Prabowo selalu penuh narasi nasionalisme, tapi realitasnya?

Ia terlibat dalam jaringan bisnis keluarga, seperti Hary Tanoesoedibjo—mungkin “Hary” yang disebut dalam rekaman itu. Pemilik MNC Group yang punya ikatan erat dengan Trump Organization.

Ini bukan teori konspirasi. Fakta menunjukkan Trump Organization telah ekspansi ke Asia Tenggara. Indonesia adalah target empuk dengan regulasi longgar di era Prabowo.

Permintaannya untuk telepon Eric bukanlah iseng. Itu adalah upaya memuluskan deal yang bisa menguntungkan segelintir elit. Sementara itu, rakyat biasa bergulat dengan inflasi dan pengangguran.

Di mana etika kepemimpinan? Seorang presiden seharusnya mewakili 270 juta rakyat, malah menjadi makelar untuk resor golf Trump.

Dari perspektif internasional, ini adalah tamparan bagi citra Indonesia. KTT Gaza seharusnya menjadi panggung untuk suara negara berkembang seperti kita—mendukung Palestina, menekan Israel, dan membangun solidaritas global. Tapi Prabowo malah mengubahnya menjadi ajang networking bisnis. Media asing seperti BBC dan CNBC langsung menyoroti ini sebagai “konflik kepentingan potensial.” Eric Trump sendiri akhirnya angkat bicara. Dia mengonfirmasi obrolan itu sambil bercanda. Tapi itu tak menyembunyikan fakta: ayahnya, sebagai presiden, sedang memfasilitasi bisnis keluarga di forum resmi.

Bagi Indonesia, implikasinya lebih buruk: kita terlihat sebagai negara yang mudah dibujuk dengan iming-iming investasi asing, tanpa visi jangka panjang. Diplomasi kita jadi terkesan murahan, seperti pedagang kaki lima yang nawar di pasar malam.

Apakah Prabowo itu Presiden atau salesman properti? Saat Gaza berdarah, prioritas Anda adalah telepon dari “anak baik” Trump?

Respons resmi dari pemerintah kita pun patut dicemooh. Menteri Luar Negeri Sugiono, dalam konferensi pers pasca-insiden, menyebut itu “kesalahpahaman kecil” dan “bagian dari diplomasi ekonomi.” Benarkah? Itu adalah pembelaan lemah yang tak meyakinkan. Sugiono bilang percakapan itu soal “kerjasama investasi yang saling menguntungkan,” tapi mengapa harus dibahas di belakang panggung KTT Gaza? Mengapa tak lewat saluran resmi seperti Kementerian Perdagangan? Ini menunjukkan kultur impunity di kalangan pejabat tinggi: bocornya mic dianggap sebagai “insiden teknis,” bukan pelanggaran protokol. Rakyat Indonesia, yang sudah muak dengan skandal korupsi satu demi satu, layak marah. Di era media sosial, tagar seperti #PrabowoBisnisTrump sudah viral.

Percakapan bocor Prabowo-Trump bukan sekadar blunder; itu adalah manifesto kegagalan. Bisnis di atas bangsa menderita, elit di atas rakyat. Indonesia layak seorang pemimpin yang bersih tak tergoda dolar, tapi berani bela keadilan dunia.

Leave a comment

Let’s connect

Advertisements
BERITA SEBELUMNYA
  • Menghapus Dosa Prabowo: Menulis Ulang Sejarah

    Menghapus Dosa Prabowo: Menulis Ulang Sejarah

    Pemerintah melalui Fadli Zon Kementerian Kebudayaan tengah mengerjakan proyek besar bertajuk Penulisan Ulang Sejarah Republik Indonesia. Proyek ini melibatkan lebih dari 120 sejarawan, arkeolog, dan akademisi lintas disiplin dari berbagai universitas dan lembaga penelitian…

  • Apakah Sekolah Negri Dapat Menciptakan Generasi Produktif?

    Apakah Sekolah Negri Dapat Menciptakan Generasi Produktif?

    Pemerintah Indonesia meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, menggantikan sistem PPDB. SPMB bertujuan meningkatkan transparansi dan pemerataan akses pendidikan dengan pendekatan berbasis data. Sistem ini memberikan afirmasi kepada anak-anak dari kelompok kurang beruntung,…

  • Jurnalisme Indonesia Yang Penuh Sensasi

    Jurnalisme Indonesia Yang Penuh Sensasi

    Televisi berfrekuensi UHF di Indonesia masih menjadi sumber utama informasi, terutama di wilayah pedesaan. Namun, meskipun memiliki jangkauan luas, kualitas jurnalisme menurun, dengan banyak laporan yang bersifat sensasional dan kurang akurat. Judul berita sering…

  • Steak Siap Masak Diskon 50% Setelah Jam 8 Malam

    Steak Siap Masak Diskon 50% Setelah Jam 8 Malam

    Di Papaya Japanese Market Gandaria Gandaria, Jakarta Selatan – Kabar gembira bagi para pencinta daging berkualitas tinggi! Papaya Japanese Market Gandaria menghadirkan promo spesial yang sayang untuk dilewatkan: diskon 50% untuk steak siap masak…

  • Karier dan Kontroversi Sumita Tobing di Dunia Penyiaran

    Karier dan Kontroversi Sumita Tobing di Dunia Penyiaran

    Tokoh penting dalam dunia penyiaran dan jurnalistik Indonesia, Sumita Tobing menyelesaikan pendidikan hukumnya di Universitas Sumatera Utara (USU) dan kemudian meraih gelar M.Sc serta Ph.D dalam bidang Komunikasi Massa dari Ohio University, Amerika Serikat…

  • Hancurnya Supremasi Hukum

    Hancurnya Supremasi Hukum

    Di tengah gemerlap narasi pembangunan dan kemajuan ekonomi, Indonesia kini berada di persimpangan krisis yang jauh lebih mendasar. Supremasi hukum telah runtuh. Negara ini pernah dijanjikan sebagai oase demokrasi di Asia Tenggara. Kini, negara…

  • Pengkhianat Pancasila & Marhaenisme Demi Kekuasaan

    Pengkhianat Pancasila & Marhaenisme Demi Kekuasaan

    PDI Perjuangan secara ideologis mengusung Pancasila dan Marhaenisme—doktrin yang menekankan keberpihakan kepada rakyat kecil, kemandirian ekonomi, dan nasionalisme kerakyatan. Pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, PDIP mengusungnya dua kali. Beberapa program, seperti pembangunan infrastruktur…

  • Kerusakan Lingkungan di Danau Toba

    Kerusakan Lingkungan di Danau Toba

    Dampak lingkungan PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Danau Toba memicu penolakan dari masyarakat, tokoh hukum, dan agama. Aktivitas penebangan hutan menyebabkan banjir, longsor, dan pencemaran. Masyarakat adat mendesak penutupan TPL untuk melindungi ekosistem…

  • Segera Diversifikasi Pasar Ekspor!!!

    Segera Diversifikasi Pasar Ekspor!!!

    Perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat mencatat bahwa pada Juli 2025 telah ada kesepakatan perdagangan penting. Kesepakatan ini menandai babak baru kerja sama ekonomi komprehensif antara kedua negara. Dalam kesepakatan ini, tarif impor dari AS…

DUNIA

Discover more from SUARA BATAK TAPANULI

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading