-
Continue reading →: Rp 277 Miliar Digunakan Timnas Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia 2026Pemerintah Indonesia mengalokasikan Rp 277 miliar dari APBN 2025 untuk mendukung pengembangan sepak bola nasional, khususnya Timnas Indonesia agar lolos ke Piala Dunia 2026. Dana ini mencakup persiapan kualifikasi, pelatihan pemain, dan program asosiasi sepak bola. Sebagian besar dana berasal dari pajak masyarakat untuk meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia.
-
Continue reading →: Satu Tahun Prabowo-Gibran, Janji Kosong di Tengah Kebijakan Kacau- part 2Tata Kelola dan Kepemimpinan yang Lemah: Satu tahun telah berlalu. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. Euforia kemenangan Pilpres 2024 yang membawa narasi “Asta Cita” memudar. Janji reformasi menuju Indonesia Emas 2045 digantikan oleh kekecewaan mendalam. Pemerintahan yang…
-
Continue reading →: Aksi Perampokan Permata di Bawah 8 MenitOperasi ini berlangsung sekitar tujuh menit; pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Polisi menyita beberapa peralatan tertinggal di lokasi dan membuka penyelidikan besar-besaran.
-
Continue reading →: Monopoli Pertamina: Kepentingan OligarkiPraktik monopoli Pertamina dalam distribusi energi di Indonesia menciptakan struktur harga yang tidak adil dan menghambat inovasi. Masyarakat terjebak dalam ketergantungan terhadap satu pemasok, sementara oligarki politik beroperasi di balik perusahaan negara. Reformasi energi diperlukan untuk mendorong transparansi dan memberi lebih banyak opsi bagi konsumen, bukan untuk memperkuat kontrol korporat.
-
Continue reading →: Tentara harus tunduk pada Sipil!T.B. Simatupang adalah sosok kunci dalam transisi militer Indonesia pasca-revolusi, berperan mendirikan profesionalisme militer yang tunduk pada sipil. Sebagai kepala staf angkatan perang, ia menegaskan tentara harus menjadi alat negara, bukan alat partai. Warisannya mengingatkan pentingnya supremasi sipil untuk menjaga demokrasi dan moralitas dalam militer.
-
Continue reading →: Semangat Jurnalistik Berakar Pada Fakta Logika dan Kearifan LokalSuara Batak Tapanuli menyajikan berita terpercaya, analisis tajam, serta narasi mendalam seputar politik, ekonomi, adat, dan generasi muda Batak. Kami hadir sebagai jembatan antara tradisi dan masa depan.
-
Continue reading →: Mengapa Sukarno Dekat Dengan Komunis & Ber-gaya Diktator?Sukarno dikenal sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia, namun juga sebagai pemimpin dengan kompleksitas ideologis yang mencakup komunisme. Dia menerapkan “Nasakom” untuk mengatasi konflik ideologi, meski menciptakan sistem yang otoriter dan membahayakan demokrasi.
-
Continue reading →: Kenaikan Harga Sembako di Tapanuli: Analisis TerbaruLangit di Sumatera Utara sering kali tak menentu. Pasar tradisional di Tapanuli menjadi saksi bisu perjuangan warga. Mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Beras yang dulu menjadi simbol kemandirian petani kini sering kali melambung. Cabai merah yang pedasnya melegenda Tapanuli kini terasa mahal rasanya di kantong. Minyak goreng yang…
-
Continue reading →: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo & Gibran – part 1Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka selama tahun pertama dinilai buruk oleh publik. Laporan CELIOS menunjukkan 77% responden merasa kinerja mereka tidak memenuhi harapan. Rata-rata nilai publik turun drastis, mencerminkan krisis legitimasi dan ketidakpuasan yang mendalam terhadap program-program serta janji politik yang belum terealisasi.
-
Continue reading →: Tantangan dan Peluang Warisan Budaya IndonesiaPengantar Artikel panjang soal preservasi budaya ini dibuat di gadget China, di terbitkan di platform US, dan dibaca dengan koneksi lokal. “Anda menyukai batik, tapi tidak pernah membeli dari pengrajin lokal. Itu bukan apresiasi, itu hypocrisy.” Warisan budaya Indonesia menghadapi tantangan paradoks di era digital. Tari tradisional Bali mendapatkan visibilitas…
-
Continue reading →: Mafia Dalam PeradilanTulisan ini membahas pergeseran peran advokat dari pejuang keadilan menjadi “pedagang jasa.” Dengan maraknya kasus korupsi dan pelanggaran etika, profesi advokat terancam akibat tekanan untuk menang dengan segala cara. Untuk memulihkan kepercayaan, perlu reformasi, pendidikan etika yang lebih kuat, dan penggunaan teknologi dalam pengawasan.
-
Continue reading →: TOKOH NASIONAL Pra KemerdekaanTokoh-tokoh pemikiran Indonesia, seperti Soekarno dan Hatta, memperjuangkan ideologi nasionalisme dengan cara berbeda. Soekarno mengedepankan nasionalisme integratif, sedangkan Hatta lebih rasional dan pragmatis. Ketegangan ideologis muncul antara pendekatan revolusioner Soekarno dan strategi kompromistis Hatta, serta tokoh lain seperti Tan Malaka dan Semaun yang memiliki pandangan lebih ekstrem.






