Pergeseran Pola Belanja Masyarakat dan Penurunan Penjualan Ritel di Indonesia:
Advertisements
2–3 minutes

Pergeseran Pola Belanja Masyarakat dan Penurunan Penjualan Ritel di Indonesia: Analisis Dampak Kebijakan Pemerintahan Jokowi dan Prabowo

Industri ritel di Indonesia mengalami dinamika signifikan sepanjang tahun 2024. Perubahan pola belanja konsumen menandai dinamika ini. Selain itu, terjadi penurunan penjualan di sektor tradisional. Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi makro serta kebijakan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto.


Tren Konsumsi dan Pergeseran Pola Belanja

NielsenIQ menyatakan bahwa pada kuartal III 2024, total belanja konsumen Indonesia untuk FMCG mencapai Rp256 triliun. Teknologi konsumen juga tercakup dalam total tersebut. Angka ini meningkat 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja untuk FMCG sendiri mencapai Rp208 triliun, naik 1,1% year-on-year, sementara sektor teknologi konsumen tumbuh 4,3%. NIQ

Namun, pertumbuhan ini tidak merata di seluruh sektor ritel. Penjualan ritel tradisional mengalami perlambatan, dengan pertumbuhan hanya 0,1% year-on-year pada April 2024, terendah sejak Mei 2023. Sementara itu, e-commerce menunjukkan pertumbuhan stabil, dengan rata-rata jumlah transaksi meningkat sebesar 4,95% sepanjang tahun 2024.

Perubahan perilaku konsumen juga terlihat dari peningkatan penggunaan metode pembayaran non-tunai dalam e-commerce, dengan e-wallet menjadi pilihan utama. Tren seperti live shopping dan penggunaan platform seperti TikTok Shop semakin populer. Hal ini mencerminkan adaptasi konsumen terhadap teknologi digital.


Dampak Kebijakan Pemerintahan Jokowi dan Prabowo

Pemerintahan Jokowi (hingga 2024):

Selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, beberapa kebijakan ekonomi berdampak pada daya beli masyarakat. Data menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, jutaan masyarakat kelas menengah mengalami penurunan kelas ekonomi. Penurunan ini berdampak pada konsumsi domestik. Selain itu, sektor ritel juga terpengaruh.

Pemerintahan Prabowo (sejak akhir 2024):

Presiden Prabowo Subianto, yang mulai menjabat pada akhir 2024, mengimplementasikan kebijakan efisiensi anggaran dengan memangkas belanja negara sebesar Rp306 triliun. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi fiskal. Namun, dampaknya terasa pada peredaran uang di masyarakat. Kebijakan ini juga menekan daya beli, terutama di sektor ritel.

Selain itu, kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah sebesar Rp50,59 triliun turut mempengaruhi konsumsi rumah tangga. Penurunan konsumsi diperkirakan mencapai 0,814% secara tahunan.


Kesimpulan

Pergeseran pola belanja masyarakat Indonesia pada tahun 2024 mencerminkan adaptasi terhadap teknologi digital dan perubahan preferensi konsumen. Sementara sektor e-commerce menunjukkan pertumbuhan, sektor ritel tradisional menghadapi tantangan akibat penurunan daya beli dan perubahan perilaku konsumen.

Kebijakan ekonomi dari pemerintahan Jokowi dan Prabowo memiliki dampak yang signifikan terhadap kondisi ini. Penurunan daya beli selama masa pemerintahan Jokowi dan kebijakan efisiensi anggaran di era Prabowo berkontribusi pada lesunya sektor ritel. Untuk memitigasi dampak ini, diperlukan strategi yang fokus pada peningkatan daya beli masyarakat, adaptasi teknologi oleh pelaku ritel, dan kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan konsumsi domestik

Suara Orang Batak Dari Jantung Tapanuli

Leave a comment

Let’s connect

Advertisements
BERITA SEBELUMNYA
  • Bank Dunia Sebut 171 Juta Warga Indonesia Masih Miskin

    Bank Dunia Sebut 171 Juta Warga Indonesia Masih Miskin

    Jumlah penduduk miskin di Indonesia menjadi sorotan, dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan 24 juta orang (8,57%), sedangkan Bank Dunia mencatat 171,8 juta orang (60,3%). Perbedaan ini menggambarkan perspektif lokal dan global mengenai kemiskinan.…

  • Mie Ayam: Sejarah dan Evolusi Kuliner Indonesia

    Mie Ayam: Sejarah dan Evolusi Kuliner Indonesia

    Mie ayam adalah salah satu hidangan ikonik Indonesia. Hidangan ini telah menjadi favorit jutaan pencinta kuliner di tanah air. Bahkan, mie ayam juga populer di luar negeri. Mie ayam memiliki cita rasa khas yang…

  • Cegah Kebakaran Sebelum Terlambat!

    Cegah Kebakaran Sebelum Terlambat!

    🔥 Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, sering kali akibat kelalaian atau kurangnya pengetahuan tentang pencegahannya. Oleh karena itu, setiap kelurahan perlu memberikan edukasi bahaya api kepada warganya agar risiko kebakaran…

  • Soto Mie Bogor

    Soto Mie Bogor

    Seporsi Sejarah, Jiwa, dan Hujan Bogor, Indonesia—kota di mana hujan seolah tak pernah berhenti. Udara membawa sentuhan lembap tropis. Jalanan berdengung dengan suara wajan dan desis sesuatu yang penuh jiwa. Di sini, di sudut…

  • Kapitalisme Dalam Ibadah

    Kapitalisme Dalam Ibadah

    Pemerintah memberlakukan aturan baru. Jemaah yang ingin berangkat haji untuk kedua kalinya harus menunggu minimal 18 tahun sejak keberangkatan haji pertama. Aturan ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025. Undang-Undang ini merupakan perubahan…

  • Anggaran APBN untuk PSSI: Transparansi yang Tersandung

    Anggaran APBN untuk PSSI: Transparansi yang Tersandung

    Jakarta– Anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadi sorotan. Periode lima tahun terakhir (2020–2024) menjadi fokus utama. Anggaran ini menarik perhatian publik. Hal ini terjadi…

  • Korupsi dan Kemiskinan: Masalah Sistemik Indonesia

    Korupsi dan Kemiskinan: Masalah Sistemik Indonesia

    Korupsi Tak Terkendali dan Penegakan Hukum Basa-Basi Kemiskinan di Indonesia bukan lagi sekadar isu pinggiran. Ini adalah tragedi nasional yang dipicu oleh korupsi. Korupsi sudah lepas kendali. Data kemiskinan dimanipulasi. Kebijakan hanya berpihak pada…

  • Daya Beli Rakyat Tak Kunjung Pulih

    Daya Beli Rakyat Tak Kunjung Pulih

    Alasan Stimulus Ekonomi Tak Efektif. Di atas kertas, jumlah stimulus tersebut tampak menjanjikan. Tetapi jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai Rp22.000 triliun, Kontribusinya hanya sekitar 0,2 persen. Dalam bahasa sederhana:…

  • Kegagalan Sistemik di PT TASPEN

    Kegagalan Sistemik di PT TASPEN

    Kasus dugaan korupsi investasi fiktif melibatkan mantan Direktur Utama PT Taspen, Antonius Kosasih, dan rekanannya, merugikan negara hingga Rp1 triliun. Pemberitaan cenderung sensasional tanpa analisis mendalam, mengabaikan masalah tata kelola BUMN dan menunjukkan kelemahan…

DUNIA

Discover more from SUARA BATAK TAPANULI

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading