Bank Dunia Sebut 171 Juta Warga Indonesia Masih Miskin
Advertisements
2–3 minutes
Mengukur kemiskinan relatif terhadap standar Bank Dunia atas kelas menengah.

Jumlah penduduk miskin di Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi setelah muncul perbedaan signifikan antara data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia (World Bank). Perbedaan angka ini memicu pertanyaan: Mana yang sebenarnya mencerminkan kondisi riil rakyat Indonesia?

📊 Data Terbaru dari BPS: 24 Juta Penduduk Miskin

Menurut BPS, hingga September 2024, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat 24,06 juta jiwa, atau sekitar 8,57% dari total populasi. Angka ini dihitung berdasarkan metode kebutuhan dasar (Cost of Basic Needs/CBN). Metode ini mempertimbangkan kemampuan seseorang memenuhi kebutuhan makanan mendasar. Ini juga mencakup kebutuhan non-makanan mendasar.

“Metode ini disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Metode ini juga disesuaikan dengan biaya hidup nyata,” jelas Deputi Bidang Statistik Sosial BPS dalam konferensi pers awal tahun 2025.

BPS membagi garis kemiskinan menjadi:

  • Garis Kemiskinan Makanan
  • Garis Kemiskinan Non-Makanan

Dan keduanya ditentukan berdasarkan survei pengeluaran rumah tangga.

Versi Bank Dunia: 171,8 Juta Warga Masih Dianggap Miskin

Berbeda jauh dengan BPS, Bank Dunia menggunakan pendekatan berbasis garis kemiskinan global. Mereka menggunakan standar US$ 6,85 per hari (purchasing power parity). Dengan standar ini, mereka menyebut sekitar 60,3% penduduk Indonesia atau 171,8 juta orang masih tergolong miskin.

Bahkan jika digunakan garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah bawah (US$ 3,65/hari), jumlahnya masih 44,3 juta jiwa. Itu setara dengan 15,6% dari populasi.

“Standar ini dipakai agar bisa membandingkan kesejahteraan lintas negara,” terang perwakilan World Bank Indonesia.

AspekBPS (Nasional)Bank Dunia (Global)
TujuanKebijakan sosial dalam negeriPerbandingan global antar negara
MetodologiCost of Basic Needs (CBN)Purchasing Power Parity (PPP)
Garis KemiskinanLokal (Rp/kapita per bulan)Global (US$/orang per hari)
FokusKebutuhan dasar minimumKesejahteraan relatif secara global

Ringkasan Perbedaan

AspekBPSWorld Bank
TahunSeptember 2024Tahun 2024 (perkiraan)
Standar garis kemiskinanBerdasar kebutuhan dasar nasional (CBN)US$ 6,85 PPP dan standar global lainnya
Persentase miskin8,57%60,3% (US$ 6,85), 15,6% (US$ 3,65)
Jumlah jiwa~24,06 juta~171,8 juta (US$ 6,85), ~44,3 juta (US$ 3,65)

Kesimpulan

Perbedaan angka kemiskinan antara BPS dan Bank Dunia bukanlah kontradiksi, melainkan cerminan dari dua perspektif berbeda: lokal vs global. Yang jelas, tantangan pengentasan kemiskinan di Indonesia belum selesai—terutama dalam meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan.

“Jangan hanya puas menurunkan angka statistik. Pemerintah harus pastikan masyarakat benar-benar sejahtera,” kata analis ekonomi dari lembaga riset INDEF.

Leave a comment

Let’s connect

Advertisements
BERITA SEBELUMNYA
  • Ujian Keimanan Nabi Ibrahim AS: Ibadah Haji & Qurban

    Ujian Keimanan Nabi Ibrahim AS: Ibadah Haji & Qurban

    Di antara kisah paling menyentuh dalam sejarah kenabian Islam adalah ujian luar biasa yang dialami Nabi Ibrahim AS. Ujian ini menggambarkan keikhlasan, kepatuhan total, dan keyakinan mendalam kepada Allah SWT. Peristiwa ini adalah fondasi…

  • Penyebab Tingginya Pengangguran di Papua

    Penyebab Tingginya Pengangguran di Papua

    Tingkat pengangguran di Papua mencerminkan kegagalan pembangunan yang tidak berpihak pada penduduk lokal. Meskipun kaya sumber daya alam, pengelolaannya sering dikuasai asing, menyebabkan rendahnya keterlibatan tenaga kerja lokal. Pendidikan dan pelatihan yang minim, serta…

  • Lapo Batak: Jantung Budaya dan Identitas Sosial

    Lapo Batak: Jantung Budaya dan Identitas Sosial

    Di tengah arus modernisasi yang kian deras, budaya global menyusup ke segala penjuru. Namun, lapo Batak tetap tegak berdiri sebagai ruang hidup budaya. Ia juga mewakili identitas dan interaksi sosial masyarakat Batak. Lapo bukan…

  • Sosial Tren Makanan – Dampak pada Kesehatan Remaja

    Sosial Tren Makanan – Dampak pada Kesehatan Remaja

    Inovasi dan Konsumerisme Digital Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap kuliner Indonesia telah mengalami transformasi signifikan, terutama di kalangan remaja dan milenial. Fenomena ini ditandai dengan munculnya berbagai makanan dan minuman yang viral. Fenomena ini…

  • Masa Depan Garuda Indonesia Operasional Buruk & Terus Rugi

    Masa Depan Garuda Indonesia Operasional Buruk & Terus Rugi

    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah menjajaki penyertaan modal dari Danantara seiring dengan tekanan keuangan yang signifikan. Kerugian mencapai Rp1,26 triliun pada kuartal I-2025 akibat biaya operasional tinggi dan penurunan pendapatan. Suntikan modal dari…

  • Ambisi Nikel yang Menggoda Oligarki

    Ambisi Nikel yang Menggoda Oligarki

    Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia sebesar 21 juta ton. Negara ini memiliki ambisi besar untuk menjadi pusat produksi nikel kelas baterai. Indonesia menargetkan produksi mencapai 1,4 juta ton pada 2030. Kemitraan antara…

  • Strategi Stabilitas Harga Ikan di Indonesia

    Strategi Stabilitas Harga Ikan di Indonesia

    Supply dan harga ikan di Indonesia per November 2025 menunjukkan: Secara umum, pasokan ikan dijaga agar seimbang dengan pengekangan volume tangkap untuk keberlanjutan. Harga ikan di pasar relatif stabil. Ada fluktuasi minor pada beberapa…

  • Reformasi Pengaduan Masyarakat di DPR

    Reformasi Pengaduan Masyarakat di DPR

    Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kerap disebut sebagai rumah rakyat, tempat aspirasi warga negara disuarakan. Namun, realitas di lapangan sering kali bertolak belakang dengan citra mulia ini. Pelayanan pengaduan masyarakat seharusnya menjadi…

  • Program Food Estate Gagal di Humbang Hasundutan

    Program Food Estate Gagal di Humbang Hasundutan

    Program Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Program ini digagas pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Peningkatan ini dilakukan melalui pengembangan pertanian terintegrasi, khususnya…

DUNIA

Discover more from SUARA BATAK TAPANULI

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading