Evaluasi Kebijakan Pendidikan Prabowo 2025: Antara Harapan dan Realita
Advertisements

Kebijakan pendidikan Presiden Prabowo Subianto tahun 2025 menuai hasil awal yang beragam—antara kemajuan infrastruktur dan kegagalan implementasi.

Langkah Awal yang Menjanjikan

Delapan bulan setelah dilantik, Presiden Prabowo Subianto menempatkan pendidikan sebagai prioritas nasional. Dalam pidato kenegaraan awal 2025, ia menegaskan bahwa 22 persen APBN dialokasikan untuk sektor pendidikan. Ini merupakan porsi tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Beberapa hasil awal mulai tampak. Pemerintah telah mengoperasikan 165 Sekolah Rakyat, bagian dari target 200 sekolah yang direncanakan berfungsi penuh sebelum akhir tahun. Program revitalisasi 11.440 sekolah juga berjalan dengan anggaran Rp16,9 triliun, disertai inisiatif digitalisasi pendidikan yang mulai menyentuh ribuan sekolah di daerah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaporkan bahwa program pendataan dan distribusi perangkat digital untuk sekolah “sudah memasuki tahap implementasi. Pelaksanaannya sekarang terukur dan berbasis kebutuhan lapangan.”

Perhatian untuk Guru dan Akses Pendidikan

Langkah lain yang mendapat apresiasi adalah dukungan terhadap kesejahteraan guru. Pemerintah menyalurkan bantuan Rp300 ribu per bulan bagi guru honorer. Mereka juga menyediakan Rp3 juta per semester bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan D4 atau S1.
Kebijakan ini diharapkan mempersempit kesenjangan mutu tenaga pengajar di daerah.

Program Makan Bergizi Gratis: Antara Niat dan Krisis

Namun, program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) berubah menjadi sorotan negatif. BEM-KM Universitas Gadjah Mada melaporkan lebih dari 6.500 kasus keracunan siswa di sejumlah provinsi, diduga terkait distribusi makanan dari program MBG (UGM.ac.id, Agustus 2025).

Kritik akademisi juga muncul ketika pemerintah berencana mengalihkan 44% anggaran pendidikan 2026 untuk mendanai program makan gratis (Indonesians.id, September 2025).
“Alokasi sebesar itu tidak sejalan dengan mandat konstitusi bahwa dana pendidikan harus diarahkan untuk peningkatan mutu, bukan konsumsi,” ujar Prof. Rina Sari, pakar kebijakan publik UI.

Sekolah Rakyat dan Penjurusan SMA: Gagasan Baik, Pelaksanaan Tersendat

Di lapangan, target pembukaan 100 Sekolah Rakyat pada Juli 2025 tidak tercapai. Banyak proyek tertunda karena renovasi belum selesai dan distribusi logistik terhambat.


Program penjurusan SMA berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga menuai polemik. Program ini dianggap memperlebar kesenjangan antar daerah. Selain itu, program ini menambah tekanan bagi siswa.

Sementara itu, pemangkasan anggaran riset dan pendidikan tinggi memicu aksi mahasiswa bertajuk “Dark Indonesia” di berbagai kota. Para mahasiswa menolak pengalihan dana ke sektor non-akademik.

Antara Arah Besar dan Pelaksanaan yang Tertatih

Secara makro, arah kebijakan pendidikan Prabowo menunjukkan keinginan untuk menyusun fondasi jangka panjang. Tujuannya adalah membangun generasi yang sehat. Generasi ini harus cerdas, dan siap menghadapi era digital.
Namun, implementasi kebijakan tersebut masih terlalu cepat dan tidak selalu terkoordinasi dengan baik.
Beberapa kementerian bekerja dalam silo terpisah, sementara mekanisme evaluasi dan kontrol mutu di lapangan belum mapan.

Kesimpulan: Prabowo Mengerti Arah, Tapi Belum Menguasai Jalannya

Presiden Prabowo tampak memahami apa yang ingin ia capai: pendidikan yang kuat, merata, dan menumbuhkan karakter nasional.

Namun, bukti di lapangan menunjukkan bahwa Presiden belum sepenuhnya menguasai bagaimana mencapainya. Hal ini terutama terlihat dalam implementasi teknis. Pengawasan mutu juga menjadi tantangan. Pengelolaan risiko kebijakan adalah area lain yang perlu diperhatikan.

Visi besarnya tidak diragukan. Namun, disiplin eksekusi dan efisiensi birokrasi akan menjadi kunci. Apakah kebijakan pendidikan era Prabowo benar-benar mengangkat kualitas pendidikan nasional, atau hanya meninggalkan jejak idealisme tanpa arah?

PendidikanPrabowo #ProgramPendidikan2025 #SekolahRakyat #MakanBergiziGratis #DigitalisasiSekolah #ReformasiPendidikan #AnalisisKebijakan #PrabowoSubianto #VisiIndonesia2030

Leave a comment

Let’s connect

Advertisements
BERITA SEBELUMNYA
  • Ujian Keimanan Nabi Ibrahim AS: Ibadah Haji & Qurban

    Ujian Keimanan Nabi Ibrahim AS: Ibadah Haji & Qurban

    Di antara kisah paling menyentuh dalam sejarah kenabian Islam adalah ujian luar biasa yang dialami Nabi Ibrahim AS. Ujian ini menggambarkan keikhlasan, kepatuhan total, dan keyakinan mendalam kepada Allah SWT. Peristiwa ini adalah fondasi…

  • Penyebab Tingginya Pengangguran di Papua

    Penyebab Tingginya Pengangguran di Papua

    Tingkat pengangguran di Papua mencerminkan kegagalan pembangunan yang tidak berpihak pada penduduk lokal. Meskipun kaya sumber daya alam, pengelolaannya sering dikuasai asing, menyebabkan rendahnya keterlibatan tenaga kerja lokal. Pendidikan dan pelatihan yang minim, serta…

  • Lapo Batak: Jantung Budaya dan Identitas Sosial

    Lapo Batak: Jantung Budaya dan Identitas Sosial

    Di tengah arus modernisasi yang kian deras, budaya global menyusup ke segala penjuru. Namun, lapo Batak tetap tegak berdiri sebagai ruang hidup budaya. Ia juga mewakili identitas dan interaksi sosial masyarakat Batak. Lapo bukan…

  • Sosial Tren Makanan – Dampak pada Kesehatan Remaja

    Sosial Tren Makanan – Dampak pada Kesehatan Remaja

    Inovasi dan Konsumerisme Digital Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap kuliner Indonesia telah mengalami transformasi signifikan, terutama di kalangan remaja dan milenial. Fenomena ini ditandai dengan munculnya berbagai makanan dan minuman yang viral. Fenomena ini…

  • Masa Depan Garuda Indonesia Operasional Buruk & Terus Rugi

    Masa Depan Garuda Indonesia Operasional Buruk & Terus Rugi

    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah menjajaki penyertaan modal dari Danantara seiring dengan tekanan keuangan yang signifikan. Kerugian mencapai Rp1,26 triliun pada kuartal I-2025 akibat biaya operasional tinggi dan penurunan pendapatan. Suntikan modal dari…

  • Ambisi Nikel yang Menggoda Oligarki

    Ambisi Nikel yang Menggoda Oligarki

    Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia sebesar 21 juta ton. Negara ini memiliki ambisi besar untuk menjadi pusat produksi nikel kelas baterai. Indonesia menargetkan produksi mencapai 1,4 juta ton pada 2030. Kemitraan antara…

  • Strategi Stabilitas Harga Ikan di Indonesia

    Strategi Stabilitas Harga Ikan di Indonesia

    Supply dan harga ikan di Indonesia per November 2025 menunjukkan: Secara umum, pasokan ikan dijaga agar seimbang dengan pengekangan volume tangkap untuk keberlanjutan. Harga ikan di pasar relatif stabil. Ada fluktuasi minor pada beberapa…

  • Reformasi Pengaduan Masyarakat di DPR

    Reformasi Pengaduan Masyarakat di DPR

    Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kerap disebut sebagai rumah rakyat, tempat aspirasi warga negara disuarakan. Namun, realitas di lapangan sering kali bertolak belakang dengan citra mulia ini. Pelayanan pengaduan masyarakat seharusnya menjadi…

  • Program Food Estate Gagal di Humbang Hasundutan

    Program Food Estate Gagal di Humbang Hasundutan

    Program Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Program ini digagas pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Peningkatan ini dilakukan melalui pengembangan pertanian terintegrasi, khususnya…

DUNIA

Discover more from SUARA BATAK TAPANULI

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading